Brad Pitt memerankan Sonny Hayes dalam F1: THE MOVIE, mantan pembalap berbakat yang kembali ke Formula 1 setelah mengalami cedera parah akibat kecelakaan puluhan tahun sebelumnya. Ia direkrut oleh mantan rekan setimnya yang kini menjadi pemilik tim underdog untuk membantu menyelamatkan tim dengan meraih satu kemenangan sebelum musim berakhir. Di tim APX GP, Sonny harus bekerja sama sekaligus bersaing dengan pembalap rookie ambisius Joshua Pearce yang diperankan Damson Idris, menciptakan dinamika mentor dan musuh di lintasan balap.
F1: THE MOVIE telah berhasil mencuri perhatian dunia setelah resmi masuk nominasi Academy Awards (Oscars) 2026. Film ini disutradarai oleh Joseph Kosinski dan dibintangi oleh Brad Pitt. Film ini dianggap membuat kejutan terbesar karena berhasil menembus nominasi Best Picture yang merupakan pencapaian langka untuk film balap dan blockbuster aksi.
Tiidak hanya keren di layar, tetapi F1: THE MOVIE juga melibatkan juara dunia F1 tujuh kali Lewis Hamilton sebagai produser agar setiap detail balapan terasa nyata. Ditambah aksi di sirkuit sungguhan, teknologi film yang canggih, dan kesuksesan besar di bioskop, F1: THE MOVIE berhasil membuktikan bahwa film balap bisa bersaing di ajang penghargaan terbesar Hollywood.
Film F1: THE MOVIE meraih pencapaian besar dengan masuk empat nominasi Academy Awards 2026, yaitu Best Picture, Best Film Editing, Best Sound, dan Best Visual Effects. Pencapaian ini sangat istimewa karena hanya sepuluh film yang bisa masuk kategori Best Picture setiap tahun, bersaing dengan film lain seperti Sinners, Hamnet dan Marty Supreme. Keberhasilan tersebut sekaligus menandai kembalinya film bertema balap ke panggung penghargaan tertinggi dunia perfilman setelah lama jarang mendapat pengakuan besar.
Karya sutradara Joseph Kosinski ini direkam langsung di berbagai balapan Formula 1 sungguhan sepanjang musim 2023-2024. Lokasi syuting mencakup sejumlah sirkuit ikonik seperti Spa-Francorchamps di Belgia, Autodromo Hermanos Rodriguez di Meksiko, Monza di Italia, Silverstone di Inggris, Hungaroring di Hungaria, Suzuka di Jepang, Zandvoort di Belanda, hingga balapan penutup musim di Yas Marina, Abu Dhabi. Selain itu, proses produksi juga dilakukan di beberapa lintasan non-F1, termasuk Daytona Beach di Florida, untuk melengkapi kebutuhan adegan balap dalam film.
Film ini tak lepas dari peran besar juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton sebagai produser eksekutif. Sutradara Joseph Kosinski bahkan menyebut Hamilton sangat penting sejak tahap awal produksi, mulai dari memastikan akurasi teknis hingga membantu membentuk cerita tentang pembalap veteran dan rookie dalam film. Hamilton juga ikut menilai kemampuan mengemudi Brad Pitt dan Damson Idris yang menjalani latihan berbulan-bulan agar benar-benar bisa mengendarai mobil balap. Menurut Kosinski, wawasan Hamilton sebagai pembalap yang pernah menjadi rookie hingga juara dunia membuat film terasa autentik, bahkan ia menegaskan film ini tidak akan terwujud tanpa keterlibatan para pembalap dan tim F1.
Produksi F1: THE MOVIE harus mengikuti aturan ketat agar tidak mengganggu jalannya balapan, sehingga kru hanya bisa memanfaatkan jeda singkat sekitar 5-15 menit di antara sesi latihan atau kualifikasi untuk mengambil gambar. Para aktor dan kru sudah bersiap di pit lane dengan mobil dalam kondisi siap jalan, lalu langsung masuk ke lintasan begitu sesi resmi selesai untuk merekam adegan hanya dalam satu kali pengambilan. Bahkan ada adegan penting di grid yang hanya memiliki waktu sekitar delapan menit untuk direkam, sehingga seluruh tim harus berlatih berminggu-minggu menggunakan stopwatch agar setiap posisi kamera dan pergerakan aktor benar-benar presisi.
Musik film F1: THE MOVIE digarap oleh komposer legendaris Hans Zimmer, yang dikenal lewat berbagai film besar seperti The Dark Knight, Inception, Gladiator, Interstellar, hingga Dune. Pengalaman panjangnya membuat musik di film ini terdengar megah, kuat, dan penuh energi, sangat cocok dengan suasana balapan Formula 1 yang cepat dan menegangkan. Musik Zimmer membantu membangun ketegangan saat mobil melaju di lintasan, sekaligus memperkuat emosi dalam cerita para karakternya. Hasilnya, penonton tidak hanya melihat aksi balap, tetapi juga bisa merasakan tekanan, ambisi, dan drama yang terjadi di balik dunia Formula 1.
Ikuti berita film lainnya di liputan6.com!
